Tag

, , ,


Hakekat Dasar Transportasi

Transportasi adalah pergerakan manusia, barang dan informasi dari suatu tempat ke tempat lain dengan aman, nyaman, cepat, murah dan sesuai lingkungan untuk memenuhi hidup manusia.

Dasar timbulnya transportasi :

  1. Kebutuhan manusia akan barang, jasa dan informasi dalam proses kehidupannya.
  2. Barang, jasa dan informasi tidak berada dalam satu kesatuan dengan tempat tinggalnya.

Transportasi pada intinya hanyalah kebutuhan turunan dari pemenuhan kebutuhan hidup manusia. Dewasa ini pemenuhan kebutuhan manusia semakin meningkat dan tak dapat hanya dipenuhi dengan menempuh jarak yang pendek, maka perlu mendatangkan barang dari tempat lain yang jaraknya lebih jauh. Sehingga diperlukan moda transportasi sebagai sarana pergerakan. Agar moda transportasi dapat bergerak dengan lancar maka diperlukan system jaringan transportasi (prasarana), sehingga terjadi pergerakan lalu lintas dari sarana tersebut diatas prasarana yang tersedia.

Gambar 1. Hakekat Dasar Transportasi

Pergerakan manusia ada 2 pilihan:

  1. Bergerak dengan moda transportasi
  2. Bergerak tanpa moda transportasi

Sistem transportasi makro

Gambar 2. sistem transportasi makro

Sistem transportasi makro adalah penggambaran suatu system transportasi yang terdiri dari system-sistem transportasi mikro yakni system kegiatan, system jaringan dan system pegerakan yang bergerak secara sinergis dan saling mempengaruhi satu dengan yang lain, perubahan yang terjadi pada salah satu system mikro akan berpengaruh pada system mikro yang lainnya dalam satu siklus system tertutup yang tak pernah berhenti yang ditopang oleh suatu sistem kelembagaan yang berfungsi untuk menjaga agar ketiga sub system itu dapat bekerja secara harmonis.

System kegiatan merupakan suatu system tata guna lahan tempat manusia melakukan aktivitas dengan intensitas maupun jenis yang  berbeda sehingga menimbulkan suatu konfigurasi ruang (spasial) yang masing-masing mempunyai nilai plus dan minus yang saling membutuhkan. Setiap ‘system kegiatan’ akan membangkitkan pergerakan (trip production) dan/atau akan menarik pergerakan (trip attraction) dalam proses kegiatannya.

Pergerakan manusia memerlukan moda transportasi yang dihubungkan dengan system jaringan sebagai pendukungnya berupa jaringan jalan raya, jalan rel, terminal, stasiun, jaringan transportasi laut, udara, dll. Interaksi ini menghasilkan pergerakan manusia sehingga sangat diharapkan pergerakan yang aman, cepat, murah, handal dan ramah lingkungan yang diatur oleh system rekayasa dan manajemen lalu lintas.

Untuk menjamin agar system transportasi makro dapat berjalan dengan baik, maka diperlukan system pendukung yakni system kelembagaan. System kelembagaan adalah suatu system yang dapat meliputi individu, kelompok, lembaga swasta dan instansi pemerintah yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam setiap system transportasi mikro.

WILAYAH CAKUPAN REKAYAS LALU LINTAS

Wilayah cakupan dari rekayas alalu lintas dalam system transportasi makro adalah berada pada sub system atau system mikro ‘sistem pergerakan’ saja. System pergerakan mempelajari tentang pergerakan lalu lintas (sarana di prasarana) meliputi perancangan (design), pengoperasian (operation), control dan manajemen dari jaringan baik jaringan jalan perkotaan (urban) maupun antar kota (interurban).

TUJUAN REKAYASA LALU LINTAS

Untuk memdapatkan atau memberikan kondisi lalu lintas yang selancar dan seaman mungkin tanpa biaya yang besar bagi pergerakan manusia, barang dan jasa dengan kondisi geometric/jaringan dan lalu lintas yang ada melalui system pengaturan, penataan dan regulasi.