Tag

,


Sabtu, 07 Mei 2011 14:23 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, SURABYA – Tim robot “P-Next” dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) ITS Surabaya terlihat unggul sejak putaran awal Kontes Robot Indonesia (KRI) 2011 bertajuk “Larungan” di Gedung Pusat Robotika, Kompleks ITS Surabaya, Sabtu.

“Kami akan mencari yang terbaik untuk dikirim ke ajang internasional tahun 2012,” kata Direktur Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P2M) Ditjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemdiknas Prof Suryo Hapsoro saat membuka KRI-KRCI Regional IV (Jatim dan Bali) itu.

Tema KRI 2011 adalah Larungan yang mengadopsi tema kontes robot dunia 2011 yaitu “Loy Krathong”. Di Regional IV, KRI diikuti 16 tim robot dari 16 universitas.

Sementara itu, Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) kategori Battle (robot cerdas pemain sepak bola atau humanoid) diikuti delapan tim robot, KRCI kategori berkaki (pemadam api) diikuti 16 tim robot, dan KRCI kategori beroda (pemadam api) diikuti 28 tim robot.

Pembukaan KRI-KRCI Regional IV yang seluruhnya diikuti 68 tim robot dari 31 universitas itu diawali dengan defile penampilan seluruh tim yang mengikuti pertandingan, lalu diakhiri dengan tari Cunduk Menur dari Banyuwangi.

“Kalau KRSI (kontes robot seni Indonesia) merupakan kontes robot asli, orisinal, dan khas Indonesia, tapi KRSI sampai saat ini masih dipertandingkan di tingkat nasional, belum tingkat regional seperti KRI dan KRCI,” katanya.

Selama ini pemerintah hanya mengirimkan pemenang KRI ke ajang internasional. Rencananya, juara KRI nasional akan dikirim ke Kontes Robot Dunia di Thailand.

Untuk kejuaraan dunia bagi KRCI Battle (robot cerdas pemain sepak bola) adalah Piala Dunia Robot yang akan digelar di Meksiko, sedangkan kejuaraan dunia untuk KRCI lainnya (robot pemadam api berkaki dan beroda) di Amerika.

Menurut dia, KRI-KRCI yang sekarang diselenggarakan secara regional dan ada lima regional itu membuktikan kemampuan bangsa Indonesia dalam pengembangan robotika dan elektronika, bahkan kemampuan itu telah diakomodasikan dengan seni dalam KRSI.
“Jangan takut dan ragu untuk bermimpi dan mengeluarkan gagasan inovatif dan kreatif, karena mimpi itu tidak dilarang dan tidak pakai bayar,” katanya sambil tersenyum.

Apalagi, katanya, KRI-KRCI mengandung unsur pendidikan karakter yakni siap kalah, siap menang, dan anti-plagiat atau mencontek melalui inovasi, kreasi, sportifitas, dan “fair-play”.

Di putaran awal, hanya dua dari 16 tim robot KRI yang dapat menyusun Krathong (karangan bunga) dengan sempurna, yaitu Harm-vy dari ITS dan P-Next dari PENS.

Harm-vy bisa menyusun kratong tapi gagal meletakkan pada river (sungai), sehingga memperoleh nilai 100, sedangkan P-Next berhasil menyusun dua buah Kratong dan meletakkan keduanya di river, sehingga tim ini mendapatkan nilai tinggi, yakni 243 poin.
Putaran pertama dimenangkan tim STIMIK Asia Malang, ITS, STIKOM, Politeknik Negeri Malang, PENS, Kanjuruhan Malang, Politeknik Negeri Jember, dan Unesa yang berhak melaju ke babak kedua.

Sumber: Antara